Pembelian Tunai Jennie BLACKPINK Senilai 15 Juta USD Mengguncang Publik.

Jennie Kim, anggota grup fenomenal BLACKPINK yang dikenal dengan julukan "Human Chanel", kembali membuktikan dominasinya tidak hanya di industri musik global, tetapi juga di sektor investasi properti kelas atas. Baru-baru ini, sebuah laporan dari industri perbankan investasi (IB) dan sumber real estat di Korea Selatan mengonfirmasi bahwa idola berusia 29 tahun tersebut telah melakukan akuisisi properti yang luar biasa di salah satu kawasan paling bergengsi di Seoul. Jennie dilaporkan membeli sebuah gedung di Dongbinggo-dong, Yongsan-gu, dengan harga fantastis mencapai 20,0 miliar KRW atau setara dengan kurang lebih 13,7 hingga 15 juta USD (sekitar Rp215 miliar hingga Rp235 miliar).
Detail transaksi ini mengungkapkan sisi "Young and Rich" yang sesungguhnya dari sang bintang. Pembelian gedung tersebut dilakukan pada Mei tahun lalu, dan proses pengalihan kepemilikan secara resmi diselesaikan pada Desember 2023. Hal yang paling menarik perhatian para pakar ekonomi dan penggemar adalah metode pembayarannya. Berdasarkan catatan pendaftaran properti, tidak ada beban hipotek atau pinjaman bank yang terdaftar pada bangunan tersebut. Ini menunjukkan bahwa Jennie melakukan transaksi tersebut secara tunai (full cash) tanpa melibatkan kredit perbankan sedikit pun. Di tengah kondisi ekonomi global dan suku bunga yang fluktuatif, kemampuan untuk mengeluarkan dana sebesar itu secara tunai mencerminkan likuiditas keuangan Jennie yang sangat kuat.
Gedung yang dibeli Jennie bukanlah bangunan biasa. Properti ini memiliki nilai historis dan fungsional yang tinggi, di mana saat ini bangunan tersebut masih digunakan sebagai kantor Kedutaan Besar Irak untuk Korea Selatan. Terletak di bagian utara Dongbinggo-dong, kawasan ini memang dikenal sebagai distrik diplomatik yang tenang namun sangat eksklusif, di mana banyak kedutaan besar negara asing dan kediaman resmi duta besar berada. Gedung yang awalnya selesai dibangun pada tahun 1970 ini berdiri di atas lahan seluas 595 meter persegi dengan total luas lantai mencapai 551,08 meter persegi. Struktur bangunannya terdiri dari satu lantai bawah tanah dan dua lantai di atas tanah. Harga per pyeong (satuan luas tanah Korea sekitar 3,3 meter persegi) untuk properti ini diperkirakan mencapai 111 juta KRW, sebuah angka yang sangat kompetitif untuk lokasi se-strategis Yongsan.
Keputusan Jennie untuk menanamkan modal di Dongbinggo-dong dinilai oleh para analis properti sebagai langkah yang sangat cerdas dan visioner. Kawasan ini tengah berada dalam radar pengembangan besar-besaran di Seoul. Letaknya yang berdekatan dengan proyek Hannam New Town—sebuah proyek pengembangan ulang kawasan kumuh menjadi hunian mewah paling ambisius di Korea—membuat nilai tanah di sana diprediksi akan terus meroket. Selain itu, properti Jennie berada dekat dengan zona Hannam 5 yang sedang dalam proses pengerjaan, serta lokasi bekas pangkalan militer Amerika Serikat yang kini bertransformasi menjadi Taman Yongsan yang luas. Kawasan ini juga dikelilingi oleh situs-situs bernilai tinggi seperti UN Command site dan rencana pengembangan Camp Kim, yang menjadikannya sebagai salah satu dari tiga lokasi militer AS yang dikembalikan dan paling dicari oleh investor kelas kakap.
Investasi ini semakin mempertegas portofolio properti Jennie yang terus berkembang. Pada tahun 2023, ia juga sempat menghebohkan publik dengan membeli sebuah vila mewah di UN Village, Hannam-dong, seharga 5,00 miliar KRW (sekitar 3,43 juta USD) yang juga dibayar secara tunai sepenuhnya. Selain kepemilikan pribadi, Jennie juga menunjukkan taringnya sebagai seorang pengusaha setelah mendirikan agensi independennya sendiri, Odd Atelier (OA). Ia menyewa sebuah gedung baru yang megah di Hannam-dong sebagai kantor pusat agensinya, dengan biaya sewa bulanan yang dilaporkan menembus angka 60,0 juta KRW atau sekitar 41.200 USD per bulan.
Keberhasilan finansial Jennie ini tentu tidak lepas dari kesuksesannya yang luar biasa bersama BLACKPINK dan karier solonya yang cemerlang. Dengan tur dunia "Born Pink" yang memecahkan rekor sebagai tur grup wanita dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, serta kontrak eksklusif dengan berbagai merek mewah global seperti Chanel, Calvin Klein, dan Porsche, pundi-pundi kekayaan Jennie terus terisi. Langkahnya mengalihkan kekayaan ke dalam aset properti strategis menunjukkan kedewasaan dalam mengelola keuangan jangka panjang.
Bagi banyak orang, Jennie bukan lagi sekadar idola K-Pop, melainkan sosok pengusaha wanita yang berpengaruh. Kemampuannya membeli gedung yang saat ini menjadi kantor kedutaan besar negara asing menunjukkan level koneksi dan prestise yang jarang dimiliki oleh selebriti seusianya. Dengan perkembangan Yongsan yang diproyeksikan menjadi pusat bisnis dan budaya baru di Seoul, gedung milik Jennie di Dongbinggo-dong ini diperkirakan tidak hanya akan menjadi aset pasif, tetapi juga instrumen investasi yang akan memberikan keuntungan berlipat ganda di masa depan. Aksi Jennie ini pun menuai pujian dari netizen yang mengagumi kemandirian finansialnya, membuktikan bahwa kerja keras di industri hiburan dapat berbuah manis dalam bentuk kepemilikan aset yang nyata dan bernilai tinggi.



