The Crazy Standard For K-Pop Concert Shoe Attire Hit With Major Backlash

Dalam bukti foto yang dibagikan, terlihat penggemar mengenakan sepatu platform raksasa dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai 20 sentimeter atau lebih. Pengunggah asli (OP) juga menemukan fakta mengejutkan bahwa terdapat layanan penyewaan khusus untuk sepatu platform setinggi 20 cm ini. Bahkan, layanan penyewaan tersebut melaporkan bahwa stok mereka untuk tanggal 7 dan 8 Maret sudah habis dipesan, yang secara kebetulan bertepatan dengan jadwal konser boyband RIIZE. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan sepatu "berbahaya" ini bukan lagi insiden terisolasi, melainkan sebuah tren yang terorganisir di kalangan penonton konser K-Pop.
Alasan di balik penggunaan sepatu ekstrem ini sebenarnya cukup sederhana namun egois: visibilitas. Di area berdiri (standing pit), penonton sering kali berdesakan tanpa adanya tingkatan lantai. Penggemar yang bertubuh lebih pendek merasa perlu "menambah tinggi badan" secara instan agar pandangan mereka tidak terhalang oleh lautan manusia di depan mereka. Namun, solusi ini membawa dampak negatif yang signifikan bagi orang lain. Dengan memakai platform setinggi itu, penonton tersebut secara otomatis menutupi pandangan orang-orang di belakangnya, menciptakan efek domino di mana semua orang merasa harus memakai sepatu yang sama tingginya agar tetap bisa melihat panggung.
Kecaman dari netizen tidak hanya berfokus pada masalah pandangan yang terhalang, tetapi lebih kepada risiko keselamatan yang nyata. Area berdiri di konser K-Pop dikenal sangat padat, penuh dengan aksi saling dorong, dan suasana yang intens. Menggunakan sepatu dengan sol setinggi 20 cm dalam kondisi seperti itu dianggap sebagai "bom waktu" bagi kecelakaan medis. Jika seseorang yang mengenakan sepatu tersebut kehilangan keseimbangan atau tersandung karena dorongan penonton lain, risiko cedera pergelangan kaki yang parah sangat tinggi. Lebih buruk lagi, jika mereka terjatuh di tengah kerumunan yang padat, mereka bisa menimpa penonton lain dan memicu insiden injak-menginjak (stampede) yang fatal.
Netizen Korea memberikan reaksi keras terhadap fenomena ini dengan menyebutnya sebagai tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Banyak yang berpendapat bahwa sepatu jenis ini seharusnya dilarang keras oleh pihak penyelenggara konser maupun manajemen artis seperti SM Entertainment, HYBE, atau JYP. "Ini bukan lagi soal fashion, ini adalah senjata. Jika kaki seseorang terinjak oleh sol setebal itu, tulangnya bisa patah," tulis salah satu netizen dalam kolom komentar. Yang lain menambahkan bahwa mengenakan sepatu setinggi itu di area standing adalah bentuk egoisme murni yang merusak pengalaman menonton orang lain.
Kritik juga diarahkan pada penyedia jasa sewa sepatu tersebut yang dianggap mengeruk keuntungan dari tren yang membahayakan nyawa. Fakta bahwa sepatu ini "ludes dipesan" untuk tanggal konser tertentu menunjukkan adanya normalisasi terhadap standar yang tidak sehat. Beberapa penonton bahkan menyarankan agar pihak keamanan di pintu masuk (security check) tidak hanya memeriksa tas dan kamera tersembunyi, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap tinggi sol sepatu. Jika ditemukan melebihi batas wajar (misalnya di atas 5-7 cm), penonton tersebut harus dilarang masuk ke area standing demi keselamatan bersama.
Secara historis, konser K-Pop memang selalu diwarnai dengan perjuangan penggemar untuk mendapatkan pandangan terbaik, mulai dari membawa kursi lipat kecil (yang kini sudah dilarang) hingga menggunakan bando lampu yang mengganggu. Namun, tren sepatu platform 20 cm ini dianggap sebagai level baru dari pelanggaran etika konser. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, sepatu ini juga membuat pergerakan menjadi sangat terbatas, yang tentu saja sangat berbahaya dalam situasi darurat di mana evakuasi cepat mungkin diperlukan.
Kesimpulannya, tekanan untuk melihat idola secara maksimal tidak seharusnya mengabaikan prinsip dasar keselamatan dan rasa hormat terhadap sesama penonton. Komunitas penggemar dan penyelenggara konser kini didesak untuk menetapkan aturan yang lebih ketat mengenai alas kaki. Tanpa adanya regulasi yang jelas, standar gila ini dikhawatirkan akan terus meningkat hingga terjadi kecelakaan serius yang sebenarnya bisa dicegah. Keamanan harus selalu menjadi prioritas utama di atas estetika atau visibilitas individu, demi memastikan konser K-Pop tetap menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi semua orang.



