KATSEYE Lara’s Rumored Activity With Alleged Boyfriend Sparks Major Backlash

KATSEYE, yang merupakan grup hasil kolaborasi antara raksasa K-pop HYBE dan label Amerika Geffen Records melalui program "Dream Academy", memang sejak awal dipasarkan sebagai grup global. Namun, meskipun mereka memiliki basis operasional di Amerika Serikat, ekspektasi penggemar—terutama mereka yang terbiasa dengan budaya idol K-pop—tetap sangat tinggi terkait citra dan kehidupan pribadi para anggotanya. Lara, yang dikenal karena vokal kuat dan kepribadiannya yang karismatik, kini harus menghadapi sisi gelap dari popularitas tersebut.
Inti dari kemarahan netizen kali ini berpusat pada sebuah foto viral yang menunjukkan apa yang diyakini banyak orang sebagai "tato pasangan" (couple tattoos) antara Lara dan Orlando. Dalam foto yang beredar luas di X (sebelumnya Twitter), terlihat detail tato yang identik pada tubuh keduanya. Hal ini memicu gelombang kritik karena banyak penggemar menganggap keputusan untuk membuat tato pasangan di usia hubungan yang tergolong masih sangat muda adalah tindakan yang kurang bijaksana. Beberapa netizen bahkan melontarkan komentar pedas, menyebutnya sebagai tindakan "breguice" atau norak dalam bahasa Portugis, dan memprediksi bahwa Lara akan sangat menyesalinya jika hubungan tersebut berakhir di masa depan.
Yang membuat situasi ini semakin memanas adalah beredarnya kembali potongan video lama Lara. Dalam klip masa lalu tersebut, Lara pernah memberikan opini atau pemikiran yang tampak skeptis atau kritis terhadap orang-orang yang membuat tato berdasarkan hubungan asmara. Kontradiksi antara perkataannya di masa lalu dengan tindakannya saat ini membuat netizen melabelinya dengan sebutan hipokrit. Salah satu kutipan yang paling sering digunakan netizen untuk menyerang balik Lara adalah "Why are you dumb…" (Kenapa kamu bodoh…), sebuah kalimat yang ironisnya kini diarahkan kembali kepadanya oleh para penggemar yang merasa kecewa.
Selain masalah tato, faktor lain yang memicu kemarahan publik adalah perbedaan usia yang kontroversial antara Lara dan Orlando. Diketahui bahwa Lara saat ini berusia 19 tahun, usia yang dianggap masih sangat muda dan baru saja memasuki tahap dewasa. Sementara itu, Orlando dikabarkan berusia jauh lebih tua, yang memicu kekhawatiran di kalangan penggemar mengenai dinamika kekuatan dalam hubungan tersebut. Banyak penggemar di media sosial mengungkapkan kekhawatiran mereka dengan menyebut situasi ini sebagai "canon event"—sebuah istilah populer untuk menggambarkan kejadian penting namun menyakitkan yang tidak bisa diintervensi oleh orang lain, tetapi harus dialami sendiri agar seseorang bisa belajar.
Reaksi di media sosial sangat beragam namun mayoritas bernada negatif. Beberapa penggemar merasa dikhianati karena Lara dianggap tidak fokus pada karier grup yang baru saja merintis jalan di industri musik global. Sebagai anggota KATSEYE, setiap tindakannya mencerminkan citra grup secara keseluruhan. Di sisi lain, ada juga kekhawatiran bahwa skandal asmara seperti ini dapat menghambat pertumbuhan basis penggemar mereka, terutama di pasar Asia yang cenderung lebih sensitif terhadap kehidupan pribadi idol.
Kritik juga datang dari aspek profesionalisme. Netizen menyoroti bagaimana aktivitas "lovestagram" atau kode-kode asmara di Instagram sering kali menjadi bumerang bagi artis pendatang baru. Meskipun KATSEYE tidak terikat oleh aturan ketat "larangan berkencan" seperti idol K-pop tradisional di Korea Selatan, para penggemar tetap mengharapkan tingkat kebijaksanaan tertentu. Tindakan mengumbar hubungan secara implisit melalui tato pasangan dianggap sebagai langkah yang bisa merusak momentum kesuksesan grup yang sedang naik daun lewat lagu-lagu hits mereka.
Hingga saat ini, baik pihak Lara, manajemen HYBE, maupun Geffen Records belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor kencan atau kontroversi tato tersebut. Bungkamnya pihak manajemen justru membuat spekulasi di kalangan netizen semakin liar. Sebagian penggemar setia berusaha membela dengan mengatakan bahwa itu adalah kehidupan pribadi Lara dan dia berhak melakukan apa pun pada tubuhnya, namun suara-suara kritis tampaknya jauh lebih mendominasi percakapan daring saat ini.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para artis muda dalam grup global tentang betapa cepatnya opini publik bisa berubah. Bagi Lara, tantangan terbesarnya saat ini adalah bagaimana ia bisa menavigasi tekanan dari penggemar sambil tetap mempertahankan integritasnya sebagai seorang penampil. Di tengah persiapan KATSEYE untuk berbagai aktivitas internasional mendatang, skandal ini tentu menjadi gangguan yang tidak diinginkan yang bisa memengaruhi moral anggota lainnya dan persepsi publik terhadap grup yang digadang-gadang akan menjadi "The Next Big Thing" di industri musik dunia. Para pengamat industri kini menunggu apakah Lara akan memberikan klarifikasi atau tetap membiarkan badai kritik ini berlalu seiring berjalannya waktu.



